Surgalah itu, Ibu
tempat pertama kali aku hidup,
dari rahim seorang wanita sepertimu.
Surgalah itu, Ibu
barisan kata-kata yang tak pernah lelah kau ucapkan, berikut air mata sebagai lekatnya permintaan, aku tahu kau mendoakan anak-anakmu pada Tuhan.
Surgalah itu, Ibu
semua pengorbananmu atas masa kecilku, atas waktu-waktu bermain yang mungkin jarang kau berikan, atas materi kehidupan yang selalu kau ajarkan, aku tahu, semua itu agar aku mengerti pentingnya kemandirian.
Surgalah itu, Ibu
semua peluh yang kau sembunyikan, semua risau yang hanya mampu kau rasakan, aku tahu, kau hanya ingin aku diselimuti ketenangan lalu jika Tuhan menawarkan kebahagian, akan kusebut satu nama untuk Dia dahulukan, 'surgaku',
: surgaku adalah kau, Ibu.

No comments:
Post a Comment