August 2014

Tuesday, 26 August 2014

tanda hari kiamat



TANDA-TANDA KIAMAT BESAR MENURUT AL-QUR'AN DAN AL-HADITS.

Bumi yang kita huni ini,
Bumi yang kita pijak ini.
Bumi yang kita indah ini
Bumi yang selalu menemani manusia ini
Ternyata benar-benar sudah Tua.
Ternyata sudah mendekati ajalnya
Ternyata sudah dekat padaakhir ceritanya
Ternyata sudah semakin dekat dengan Hari akhir yaitu Hari Kiamat.
Hari kiamat tak ada yang tahu kapan akan terjadinya,
namun yang jelas pada hari jum'at terjadi kiamat.
dan tak ada satu orang punyang tahu hari jum'at yangmana kiamat akan terjadi,
Manusia hanya tahu tanda-tanda atau ciri-ciri kiamat sudah dekat menurut hadist Rasul saw dan Firman Allah swt
Menurut para ulama besar dalam Al-Qu'an dan hadist Rasul Tahapan-tahapan proses mendekatinya Kiamat besar (yaumal kiyamah) ada beberapa tahapan :
1. Kemunculan Imam Mahdi
2. Kemunculan Dajjal
3. Turunnya Nabi Isa as.
4. Kemunculan ya'juj dan ma'juj
5. Terbitnya matahari dari barat ke timur
6. Pintu pengampun akan ditutup
7. Dab'bat al-Ard aka keluardari tanah dan akan menandai muslim yang sesungguhnya
8. Kabut selama 40 hari akan mematikan semua orang beriman sejati sehingga mereka tidak perlu mengalami tanda-tanda kiamat lainnya
9. Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
10. Pemusnahan atau runtuhnya Kiblat muslim yaitu Ka'bah
11.Tulisan isi Al-Qur'an akan lenyap
12. Tiupan sangkala yang pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa kaget yang sangat dan ketakutan yang membuat perasaan putus asa
13. Tiupan sangkala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup dan mati
14. Dan tiupan sangkala yang ketiga yang membuat setiap makhluk bangkit kembali hidup
Saya membuat postingan seperti ini bukan hanya untuk menasehati akan menggurui namun saya ingat akan hadist Nabi Mumahammad saw yang telah bersabda : " Barangsiapa yang mengingatkan ini kepada orang lain, akan Aku buatkan tempat di surga baginya pada hari pengadilan kelak (Yaumal Hisab)."
Allah berbifman : "Jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganku, maka Aku berikan, tapi Akuakan menjauhkan kalian dari surgaku.
dan Makna dari ayat itu"Orang mengejar duniawi saja daripada akhirat yaitu maksudnya Dajjal bermata satu. Ingatlah dunia kita bisa lakukan asal jangan lupa akhirat, ingatlah mati sebelum kau menyesal diyaumal kiyamah. karena sebaik-baiknya penasehat yang tajam dan tegas tiadalain melainkan MATI.
Ingatlah selalu untuk melaksanakan shalat lima waktu dengan memakai ilmunya, karena shalat tanpa ilmu bagai pohon tanpa akar yang tiada buah-buahan dan dedaunan.Yakni hanya sebuah batang yang keringtegak ditengah padang pasir.

Monday, 18 August 2014

"Dan sejauh ini, ada TIGA |3| LOKASI URANIUM, yakni di Mamuju Sulawesi Barat, Bangka Belitung, dan Papua,"








(INI RAHASIA KENAPA ASING MELIRIK INDONESIA)

Indonesia punya 60.000 Ton Kandungan Uranium Nuklir

Sumber daya alam di Indonesia begitu sungguh melimpah. Salah satunya adalah bahan baku pengayaan nuklir, uranium. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistyo Wisnubroto.

"Ada sekitar 60 ribu ton kandungan uranium di tanah air," kata Djarot saat penandatanganan MoU kerja sama aplikasi Iptek Nuklir BNCT (Boron Neutron Capture Theraphy) untuk penyembuhan kanker dengan Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kamis 14 Agustus 2014.

Lantas mengapa tak digunakan sebagai bahan bakar pengembangan tenaga nuklir? "Karena UU tak membolehkan uranium dieksploitasi secara komersial," jelas Djarot.

Namun demikian, Djarot mengaku dirinya sebagai seorang yang mendukung pemanfaatan uranium untuk kepentingan masyarakat, termasuk untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tapi hal itu dikembalikan lagi ke Pemerintah Pusat sebagai penentu kebijakan.

"Jadi untuk saat ini kita simpan dulu (uranium). Mungkin suatu saat nanti dibutuhkan," ucap dia.

Kepala Batan itu menambahkan, hal lain yang menjadi pertimbangan uranium belum dieksploitasi adalah lokasi Indonesia yang berada pada rangkaian Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, di mana banyak pegunungan api yang guncangannya bisa berdampak bahaya pada lokasi reaktor nuklir.

"Dan sejauh ini, ada tiga lokasi uranium, yakni di Mamuju Sulawesi Barat, Bangka Belitung, dan Papua," imbuh Djarot.

Uranium merupakan sumber energi Denton dengan kelimpahan yang sangat besar, yaitu 13.000 TW tahun. (TW singkatan dari terrawatt, dan 1 TW = 1.000.000.000.000 W).

Sebagai perbandingan, kelimpahan energi dari batubara adalah 680 TW tahun. Sedangkan kelimpahan energi dari minyak dan gas adalah 400 TW tahun. Adapun konsumsi energi dunia pada tahun 2000 adalah 14 TW tahun, dan pada Tatum 2100 diproyeksikan sekitar 55 TW tahun.

Uranium di kerak bumi terdeposit bersama-sama dengan mineral lainnya. Agar dapat menghasilkan energi yang efisien, uranium harus diolah melalui serangkaian tahapan proses yang panjang dan komplek dibanding pemrosesan bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas. (*lip6)



Friday, 15 August 2014

dakwah





dakwatuna.com - Dikisahkan dalam kitab At-Tawwabin karya Ibnu Qudamah tentang seorang putra khalifah yang meninggalkan kehidupan mewah di istana dan menjadi seorang kuli panggul.
Suatu hari ‘Abdullah bin Faraj Al-Abid memerlukan buruh harian untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Maka ia pun pergi ke pasar. Sesampainya di sana, ia menemukan sekumpulan buruh harian. Ternyata di barisan paling belakangnya ada seorang pemuda berjubah dan berpakaian dari bulu yang wajahnya pucat pasi. Ia tengah membawa keranjang besar.
“Kamu mau bekerja?” tanya ‘Abdullah bin Faraj kepadanya.
“Ya,” jawabnya.
“Berapa bayarannya?”
“Satu seperenam dirham.”
“Baiklah!”
“Tapi, ada syaratnya.”
“Apa syaratnya?” tanya ‘Abdullah bin Faraj.
“Jika waktu Zhuhur tiba dan muadzin telah mengumandangkan adzan, aku akan berhenti bekerja; kemudian bersuci dan menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Lalu kembali bekerja lagi. Demikian pula pada waktu shalat Ashar,” pintanya.
“Baiklah!”
‘Abdullah bin Faraj menyuruhnya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemuda itu pun mengikat tubuhnya lalu mulai bekerja dan sama sekali tidak mengajak ‘Abdullah bicara hingga muadzin mengumandangkan adzan Zhuhur.
“Hai, hamba Allah. Muadzin telah mengumandangkan adzan,” serunya.
“Silakan!” jawab ‘Abdullah.
Ia pergi dan menunaikan shalat. Setelah pulang, ia kembali bekerja dengan baik hingga waktu Ashar, ketika muadzin mengumandangkan adzan.
“Hai, hamba Allah. Muadzin telah mengumandangkan adzan,” serunya.
“Silakan!” jawab ‘Abdullah.
Ia pergi dan menunaikan shalat Ashar. Setelah pulang, ia kembali bekerja hingga sore. ‘Abdullah kemudian memberinya upah. Setelah itu, pemuda tersebut pulang.
Beberapa waktu berselang, ‘Abdullah bin Faraj membutuhkan lagi seorang buruh.
“Carilah buruh muda kemarin. Sungguh ia telah member teladan kepada kita ketika bekerja,” pinta istrinya.
‘Abdullah pergi ke pasar, namun tidak melihatnya. Ia menanyakan kepada orang-orang di pasar.
“Anda menanyakan pemuda yang pucat dan lemah yang tidak kami lihat selain hari Sabtu dan yang tidak duduk kecuali sendirian di bagian belakang?” jawab orang di pasar.
Maka ‘Abdullah pun pulang. Barulah pada hari Sabtu ia pergi ke pasar. Benar, ia pun menemukannya.
“Kamu mau bekerja?”
“Anda telah mengetahui upah dan syaratnya.”
“Ya, aku menyetujuinya.”
Ia bangkit dan bekerja dengan baik seperti sebelumnya. Ketika tiba saatnya memberi upah, ‘Abdullah menambahinya. Ternyata pemuda itu menolak menerima tambahannya. Namun, ‘Abdullah memaksanya untuk menerima. Kali ini pemuda itu merasa risih sehingga ia pergi meninggalkan ‘Abdullah. ‘Abdullah merasa tidak enak. Ia pun membuntuti dan membujuknya sampai akhirnya ia mau menerima, tetapi hanya upahnya saja.
Beberapa waktu kemudian, ‘Abdullah kembali hendak memerlukannya. Ia pergi ke pasar pada hari Sabtu namun ia tidak menemukannya.
“Ia sakit,” jawab seseorang.
“Ia hanya datang ke pasar setiap hari Sabtu untuk bekerja dengan upah satu seperenam dirham. Setiap hari ia menghabiskan seperenam dirham untuk makan. Dan kini ia telah jatuh sakit.
‘Abdullah menanyakan rumahnya untuk membesuk.
Dijumpainya seorang wanita tua.
“Apakah di sini tinggal seorang pemuda yang biasa bekerja sebagai buruh harian?” tanya ‘Abdullah kepada wanita tua yang ternyata pemilik rumah.
“Ia sakit sejak beberapa hari yang lalu.”
‘Abdullah masuk dan mendapatinya sakit dengan berbantalkan batu bata. Setelah mengucap salam kepadanya, ‘Abdullah bertanya, “Apakah kamu mempunyai suatu keperluan?”
“Ya, jika Anda mau memenuhinya,” jawabnya.
“Ya, aku mau memenuhinya.”
“Setelah aku mati nanti, juallah tali ini dan cucilah jubah dan kain dari bulu ini. Kemudian kafanilah aku dengannya. Setelah itu, bukalah saku ini karena di dalamnya ada sebuah cincin. Lalu pada saat Harun Ar-Rasyid lewat, berdirilah di tempat yang terlihat olehnya, bicaralah, dan perlihatkan cincin itu kepadanya. Jangan lakukan ini kecuali setelah aku dikuburkan.”
“Baiklah!” jawab ‘Abdullah.
Setelah ia meninggal, ‘Abdullah bermaksud melakukan apa yang dimintanya. Suatu hari, dengan duduk di sisi jalan, ia menanti lewatnya Harun Ar-Rasyid. Harun Ar-Rasyid melintas di hadapannya.
“Wahai Amirul Mukminin, ada titipan untukmu padaku!” seru ‘Abdullah seraya memperlihatkan cincin itu. Namun, Harun Ar-Rasyid menyuruh anak buahnya menangkap ‘Abdullah untuk dibawa ke istana.
Sesampainya di sana, Harun Ar-Rasyid memanggil ‘Abdullah dan menyuruh keluar semua orang yang ada di tempat itu.
“Siapa Anda?” tanya Harun Ar-Rasyid.
“’Abdullah bin Faraj.”
“Dari mana kamu mendapatkan cincin itu?”
‘Abdullah bin Faraj kemudian menuturkan kisah pemuda yang pernah ditemuinya. Tiba-tiba Harun Ar-Rasyid menangis hingga ‘Abdullah merasa iba. Setelah kembali tenang, ‘Abdullah memberanikan diri untuk bertanya.
“Wahai Amirul Mukminin, ada hubungan apa antara dia dengan Anda?”
“Ia anakku.”
“Bagaimana ia bisa seperti itu?”
“Ia lahir sebelum aku diangkat menjadi khalifah. Lalu tumbuh sebagai anak yang baik, yang belajar Al-Quran serta ilmu-ilmu lainnya. Namun, ketika aku telah diangkat menjadi khalifah, ia meninggalkanku dan tidak mau menikmati sedikit pun dari kenikmatan yang aku peroleh. Aku kemudian memberikan cincin ini –cincin yaqut yang harganya sangat mahal– kepada ibunya sambil mengatakan, ‘Berikan ini kepadanya (karena ia sangat patuh kepada ibunya), dan suruhlah ia selalu membawanya. Siapa tahu sewaktu-waktu ia membutuhkannya’. Lalu ibunya meninggal dan saya sama sekali tidak mengetahui kabar beritanya hingga Anda datang memberitahukannya kepadaku ini,” jelas Harun Ar-Rasyid.
“Jika malam telah tiba, tunjukkanlah aku kuburannya.”
Dan kala malam telah gelap, keduanya pergi tanpa pengawalan hingga tiba di kuburan putranya. Harun Ar-Rasyid duduk di dekatnya dan menangis. Ketika fajar menyingsing, mereka bangkit untuk pulang.
“Temanilah aku menziarahi kuburnya beberapa malam lagi,” pinta Harun Ar-Rasyid. Pada malam berikutnya, ‘Abdullah bin Faraj menemaninya. []

@AbdulRohimokeee
" DO'A UNTUK KEKASIH HATI "

Ya ALLAH..

❥ Aku berdoa untuk seorang kekasih hati yang nantinya menjadi bagian hidupku

Seorang kekasih yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.Seorang kekasih yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-MU..

❥ Seseorang kekasih yang tidak hanya memujaku, tetapi dapat juga menasehatiku bila salah..

Seorang kekasih yang mencintaiku bukan karena rupaku, tetapi karena hatiku..

Seorang kekasih yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi..

Ya ALLAH, Ya Rabbi..

❥ Aku tidak meminta seorang pendamping yang sempurna..

Namun aku meminta seorang pendamping yang tidak sempura sehingga aku dapat membuatnya sempurnya di pandangan-MU..

❥ Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku agar tidak berpaling dari hati-Mu

❥ Ya ALLAH, jika aku jatuh cinta,

cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-MU..

❥ Ya ALLAH, jika aku jatuh hati,

izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-MU,agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu..

❥ Penuhilah hati kami ini dengan Nur-MU yang tiada pernah pudar,

dan Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-MU

Aamiin Ya Rabbal'Alamiin..

Semoga Yang me-like dan membagikan status ini mendapatkan Jodoh yang Setia dunia akhirat,Aamiin..

Klik Suka dan komentar Aamiin..
*MONYET & ANGIN*

Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.
Angin Topan, Tornado sama Bahorok.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak ♏åϋ kalah, 30 detik, katanya.
Angin Bahorok senyum ngeledek äπϑ bilang, 15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss… Merasa ada angin gede datang, si monyet
langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh
tuh monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengnya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado jg nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan îτϋ diketawain sama
tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss… Enak banget. Adem…
Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia trus lepas lah pegangannya ..
kemudian, jatuh deh tuh si monyet.

UNTUK DI RENUNGKAN:

Boleh jadi , ketika kita :
Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera. dengan MALAPETAKA...
Kita kuat, bahkan lebih kuat dari sebelumnya...

Tapi jika kita diuji dengan :
.....KENIKMATAN...
.....KESENANGAN...
.....KELIMPAHAN....
.....POPULARITAS...
.....PUJIAN......
Disinilah kejatuhan îτϋ terjadi.

So, Jangan sampai kita terlena...
Tetap rendah hati dan mawas diri,
ingat kita hanya hidup sementara di dunia ini.

Tuesday, 12 August 2014





Liputan6.com, Arab Saudi - Seorang bocah Arab Saudi mengunjungi makam ayahnya di hari pertama Lebaran. Di pusara itu dia membaca ayat-ayat Al Quran, seperti yang biasa dilakukan para muslim di hari Idul Fitri.

Setelah puas membaca kitab suci tersebut, sang bocah meninggalkan sepucuk surat di sana. Sekalipun dia tahu, ayahnya yang telah tiada tak mungkin bisa membacanya.

Laman Emirates 247, Rabu (30/7/2014) menyebutkan, surat yang tertulis dalam bahasa Arab itu sangat menyentuh. Namun tak tertulis di sana siapa nama sang bocah maupun usianya. Sang ayah diketahui baru saja meninggal dunia di Kota Skaka, Arab Saudi.
Dalam suratnya, si bocah menceritakan mengenai segala aktivitasnya di Hari Raya, 28 Juli 2014 lalu. Dari mulai salat Id hingga, bersilaturahmi ke rumah kakek-nenek, hingga pulang ke rumahnya dan mendapati adiknya yang tengah menangis karena kepanasan. Di hari besar itu, listrik di rumahnya mati.
"Ayah, aku tahu kau tak akan membaca surat ini. Tapi aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu. Hari ini adalah hari pertama Idul Fitri dan aku akan menceritakan padamu apa yang baru saja kulakukan. Seperti yang kau ajarkan, aku salat Id di masjid bersama yang lain. Lalu aku pulang dan mencium kening ibu, mengucapkan padanya selamat Lebaran," tulis si bocah.

"Lalu aku mandi, mengenakan baju baru yang dibelikan paman, sarapan, mengenakan parfum, dan pergi ke rumah kakek-nenek. Lalu mencium dan mengucapkan selamat Hari Lebaran pada mereka. Kemudian pulang dan menghabiskan waktu bersama para saudara kandungku," lanjut dia.

"Lalu saya keluar dan mengucapkan selamat Lebaran pada semua orang di jalan. Mereka semua baik padaku, Yah. Beberapa di antara mereka bahkan memberiku uang dan mainan. Dan aku menyukai mainan-mainan itu. Setelah memainkan mereka, aku pulang ke rumah karena cuaca semakin panas di luar sana."

"Saat saya datang, saya mendengar adik perempuanku yang berusia 7 bulan menangis, lalu saya berlari ke arahnya dan menemukan ibu yang tengah berusaha menenangkannya. Ayah, aku tahu betapa kau menyayangi adik, dan betapa kau bingung setiap kali dia menangis. Lalu aku bertanya pada ibu, mengapa adik menangis. Ibu bilang adik tak bisa tidur karena panas. Listrik mati, Yah."

"Oh Ayah ini adalah hari yang sangat indah sampai listrik mati. Sejujurnya Yah, aku tak tahu mengapa para pejabat di negeri ini memberikan hadiah Lebaran seperti ini. Tapi aku jamin, aku akan selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang diberika-Nya." (Mut)


(Nadya Isnaeni )


           Mereka tidak butuh sedekah dari anda, tapi mereka hanya butuh dagangan mereka dibeli. Sobat, jika anda bertemu pedagang asongan seperti ini bantulah mereka dengan membeli dagangan mereka meskipun kita tidak terlalu membutuhkan. Yakinlah, mereka berusaha untuk tidak menjadi peminta dan pengemis tapi mereka berusaha untuk keluarga mereka.
***
"Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya." (HR. Bukhari no. 2074)
***
Share jika bermanfaat..